Artikel Seputar Vaksinasi

May 28,2021
Seperti yang diketahui bahwa awalnya Virus Corona muncul di Wuhan, China yang menginfeksinya ribuan warganya, pada akhir tahun 2019 yang lalu. Lalu, virus ini dengan cepat menyebar, menjadi wabah di hampir seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Virus yang berkembang dari jenis SARS-Cov 2 ini termasuk penyakit baru. Sehingga belum ditemukan penangkalnya. Kondisi ini membuat pemimpin dunia dan para pakar untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Tentunya pengembangan vaksin ini bukanlah hal yang mudah. Namun, membutuhkan kerja keras serta biaya yang tidak sedikit. Salah satu vaksin tersebut adalah vakin Sinovac

Indonesia Tidak Main-Main Dengan Vaksinasi

Dikutip dari berita viral terbaru Indonesia sendiri memang tidak main-main soal urusan vaksinasi virus corona. Bahkan, pemerintah telah memesan 329 juta vaksin. Selain 3 juta vaksin Sinovac yang sudah tiba akhir tahun lalu, pemerintah Indonesia juga masih akan menambahnya sekitar 122,5 juta dosis lagi. Bukan hanya itu, pemerintah juga akan memesan 50 juta dosis vaksin masing-masing dari Novavax, Covax/GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer.

Manfaat Vaksin Sinovac

Jika dilihat dari segi medis, vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh berfungsi untuk menstimulasi sistem imun tubuh untuk memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit. Kemudian, jika virus atau bakteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh di masa depan, maka tubuh sudah mengenali dan tahu cara melawannya. Hal ini dikarenakan antibodi yang timbul karena vaksin yang disuntikan akan menghancurkan virus atau bakteri tersebut bahkan sebelum menyebar dan menyebabkan infeksi.

Adapun manfaat vaksin bagi tubuh adalah sebagai berikut :

1. Mencegah Penyebaran Penyakit Bukan hanya bisa melindungi tubuh dari serangan penyakit serius, namun pemberian vaksin ini juga bisa membantu mencegah penyebaran penyakit.
2. Pemberantasan Penyakit Dalam memberantas suatu penyakit, maka jumlah populasi di setiap wilayah dunia yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik haruslah tinggi dalam perode yang panjang, juga disertai pengawasan yang memadai.3. Melindungi Dari Risiko Kematian dan Cacat Dengan diberikan vaksin ini telah terbukti bisa menurunkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan. Contohnya, pemberian vaksin cacar pada anak-anak bisa membanru mencegah mereka terkangkit cacar di kemudian hari. Begitu juga dengan pemberian vaksin campak yang bisa membantu menurunkan risiko penularan virus tersebut dari ibu yang sedang mengandung kepada janin dalam kandungan maupun kepada bayi yang baru dilahirkan.
4. Menurunkan Tingkat Keparahan Dari Suatu Penyakit Apabila seseorang yang sudah di vaksinasi dan terkena suatu penyakit, maka penyakit yang dialami akan lebih ringan dibandingkan dengan orang yang belum di vaksinasi.
5. Menghemat Waktu dan Biaya Manfaat lainnya dari pemberian vaksin ini adalah sebagai investasi kesehatan yang paling murah karena sudah terbukti dapat mencegah serta mengurangi angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat suatu penyakit. Selain itu, pemberian vaksin ini juga bisa membantu seseorang terhindar dari berbagai macam penyakit yang bisa menyebabkan sakit yang berkepanjangan, yang tidak hanya bisa merugikan dari segi finansial saja namun juga waktu.

Penderita Penyakit Komorbid Dilarang Terima Vaksin Sinovac

Berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), seseorang dengan penyakit komorbid (penyakit penyerta) ini tidak bisa menerima vaksin Sinovac :
- Pasien yang mempunyai masalah infeksi akut
- Orang dengan autoimun
- Orang dengan gangguan ginjal kronis (baik yang sudah hemodialisis maupun belum)
- Orang dengan transpalantasi ginjal
- Sindrom nefrotik yang memiliki masalah imunosupresan kortikosteroid, gagal jantung, penyakit jantung koroner, hipertensi (sedang menunggu hasil uji klinis di Bandung)
- Penyakit hipertiroid/hipotiroid akibat autoimun, pasien kelainan darah yang membutuhkan terapi jangka panjang. Seperti leukemia, ITP, anemia hemolitik autoimun, sindrom hiper IgE. Sementara penderita HIV, diabates melitus, dan penyakit paru (tuberkolosis, asma) bisa divaksin.