Manfaat dan Cara Kerja Oximeter

Aug 11,2021
Sebelum adanya pandemi, banyak yang merasa asing dengan istilah oximeter. Sejak pandemi muncul, alat ini menjadi bagian penting. Mengingat digunakan sebagai alat untuk menambah keberhasilan isolasi mandiri.

Belum lama ini, organisasi kesehatan dunia menyarankan pasien yang terpapar virus corona untuk memiliki alat pulse ini di rumah. Khususnya untuk yang melakukan karantina mandiri di rumah.

Kenapa alat ini dianggap penting? Bagaimana cara kerja dan manfaatnya? Bagi yang penasaran dan kurang familiar dengan alat isolasi mandiri ini, silahkan cek di pembahasan berikut.

Kenapa Oximeter Sangat Penting?

Oximeter merupakan alat yang digunakan untuk memantau kadar oksigen di dalam darah pasien. Bagi pasien yang menderita Covid-19, alat ini digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya happy hypoxia. Jadi, kamu yang melakukan isolasi mandiri di rumah dapat mendeteksinya sendiri di rumah tanpa bantuan ahli. Atau tanpa perlu pergi ke rumah sakit terlebih dahulu.

Normalnya, kadar oksigen bagi orang umum ada di angka 95-100 persen atau 75-100 mmHg. Jika kadar oksigen dalam tubuh kurang dari angka tersebut, maka ada yang tidak beres.

Misalnya penderita dapat terserang virus SARS-CoV-2 yang merupakan salah satu virus berbahaya di dunia kedokteran. Kekurangan oksigen dalam tubuh juga akan sangat membahayakan tubuh penderitanya. Pasalnya dapat menyebabkan seseorang terkena kerusakan jaringan, khususnya pada bagian otak dan jantung. Pasien juga rentan lemas, pucat, mudah sesak nafas dan masalah lainnya.

Perbedaannya dengan happy hypoxia adalah kadar oksigen di dalam tubuh dapat menurun drastis tanpa sebab. Hal tersebut lebih berbahaya. Pasalnya bisa membuat pasien langsung kehilangan kesadarannya. Kondisi yang mampu menambah kematian penderita Covid-19 tersebut hanya dapat dideteksi dengan alat yang bernama oximeter. Dengan alat ini, penderita bisa mendeteksinya sendiri di rumah. T
idak perlu pergi ke rumah sakit yang pasti bisa menurun peluang penanganannya. Sehingga dengan penanganan cepat tersebut, angka kematian karena Covid-19 dapat ditekan dengan baik.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Memakai Oximeter

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan alat ini. Berikut beberapa hal yang kami maksud :
  1. Pemakaian oximeter untuk pasien isolasi mandiri harus dilakukan sebanyak tiga kali sehari yakni saat pagi hari, siang hari dan malam hari.
  2. Jika kadar oksigen dalam tubuh menurun hingga 93% dan ditambah gejala seperti sesak nafas, langsung menghubungi tenaga medis yang berpengalaman.
  3. Sambil menunggu tenaga medis datang, pasien disarankan melakukan aktivitas latihan pernafasan agar menjaga fungsi kerja paru-paru. Pasien dapat melakukan posisi tengkurap agar kondisi tidak memburuk.
  4. Disarankan menggunakan teknologi oximeter jepit jari. Dilansir dari American Journal of Emergency Medicine, keakuratan oximeter di smartwatch tergolong rendah
Cara Kerja Oximeter Jepit Jari Cara kerja alat ini lumayan sederhana. Agar makin paham, berikut ilustrasinya :
  1. Alat yang terpasang di ujung jari akan memancarkan cahaya dengan gelombang yang berbeda.
  2. Selanjutnya, cahaya yang keluar akan mendeteksi hemoglobin dalam tubuh dengan akurat.
  3. Cahaya ditangkap oleh sensor khusus yang selanjutnya akan ditampilkan dalam bentuk prosentase.
Saat membeli alat ini, disarankan langsung di apotek agar tidak terkecoh oleh alat yang serupa tapi tidak sama. Disarankan memotong kuku sebelum memakai alat. Tujuannya agar sensor tidak terganggu oleh kuku yang panjang. Tidak disarankan memakai kutek karena mengganggu sensor pada alat. Hindari bergerak terlalu berlebihan karena hasilnya bisa tidak akurat.

Oximeter adalah salah satu alat yang sangat penting bagi pasien isolasi mandiri Covid-19. Mengingat angka kematian virus ini masih sangat tinggi, selalu jaga diri dan keluarga.

Jangan lupa siapkan masker saat pergi ke luar rumah. Cuci tangan hingga bersih juga penting agar terhindar dari resiko penularan. Hindari berkerumun dan pastikan jaga jarak.